Penemuan Mayat Bayi di Semak-semak dekat HUNTARA Asam III menggemparkan warga

Kareba Sulteng News ~ Palu, Penemuan sosok mayat bayi di semak-semak samping Huntara Asam III menggegerkan warga Huntara kota Palu (Minggu, 19/6/2022) sekitar pukul 16:00 wita.

Bayi yang diduga dibuang oleh orang tuanya tersebut berjenis kelamin perempuan dan masih memiliki tali pusat yang menempel beserta ari-ari yang terbungkus kantong plastik.

Setelah menerima laporan dari warga, Tim POLSEK Palu Barat tiba dilokasi dan langsung melakukan olah TKP (Tempat Kejadian Perkara).

Menurut “Ronawati” (40) salah satu warga Huntara Asam III, yang menemukan sosok mayat bayi pertama kalinya tiga bocah yaitu nazir (9), eki(10) dan fatir (9). Setelah melihatnya, ketiga bocah tersebut segera melaporkan kepada Ronawati selaku ibu kandung dari Nazir, dan Ronawati pun memanggil warga lainnya untuk sama-sama menyaksikan kebenaran cerita dari anaknya.

“tiba-tiba anak saya nazir datang dan melaporkan, kalau dia dan teman-temannya menemukan mayat bayi di semak-semak. Saya langsung menyuruh mereka melaporkan kepada “Aba” (oknum polisi tidak jauh dari Huntara) dan saya memanggil warga huntara untuk sama-sama melihat ke TKP” tutur Ronawati

Nazir salah saru anak yang pertama kali menemukan mayat bayi tersebut, awalnya dia dan teman-temannya bermain di samping bangunan huntara sambil memanjat-manjat pohon, dari atas pohon Nazir melihat ada sosok mayat bayi tergeletak di rerumputan, sontak Nazir turun dari pohon dan mencoba mendekat untuk memastikan itu benar mayat bayi.

“kami main panjat-panjat pohon, dari atas saya lihat ada seperti bayi di atas rumput-rumput, saya turun melihat, ternyata benar itu mayat bayi” tutur Nazir

“Saya langsung suruh turun eki dan fatir, saya bilang ada mayat bayi disini, langsung kami lari dan panggil mama ku” lanjutnya

Petugas Kepolisian yang dijumpai tim Kareba Sulteng belum dapat memberikan keterangan terkait hasil penyelidikan hingga berita ini terbit.

Penulis : ROY

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.