Pembuatan Film di Sulawesi Tengah Hampir Rampung, Dua Film Siap Rilis di Tahun 2022

Kareba Sulteng News ~ Palu, Sulawesi Tengah menjadi lirikan beberapa perusahaan film di Indonesia dan berencana akan hunting dan bahkan sudah ada yang melakukan pengambilan gambar adegan film seperti yang dilakukan PT La Media Jakarta dengan judul film “CINTA DI BUMI TADULAKO” dan PT Rumah Cerdas Bersama dengan judul film “PETANI BERDASI”  yang sudah mencapai 80% rampung.

Direktur PT Rumah Cerdas Bersama (Andi Januar) bersama manajer PT La Media Jakarta (Aldevrian) melakukan pertemuan membahas pembuatan film di daerah Sulawesi Tengah yang juga di hadiri oleh direktur Media Cerdas (Moh.Anugrah) dan Seniman Sulawesi Tengah sekaligus Novelis bapak Hamzah Rudji yang dikenal dengan Novel karangannya berjudul “CINTA DI TENGAH LIKUIFAKSI” dengan nama author “Hamzah R. Palu”.

Dalam pertemuan di Homestay Prada (selasa, 4/01/22) membicarakan tentang pembuatan film “PETANI BERDASI”  yang kini tinggal 20% rampung di garap oleh PT Rumah Cerdas Bersama dan akan di tayangkan perdana di Gedung Media Komputer SMK Negeri 2 Palu dan juga membahas tentang pembuatan film yang berjudul “CINTA DI BUMI TADULAKO” digarap oleh PT La Media yang sementara diperbaiki karena adanya pergantian sutradara yang kini dialihkan kepada Udin Barantai.

Keberanian melangkah dari Andi Januar ini benar benar cukup mengagetkan pemerhati film dan insan seni di Sulawesi Tengah. karena baru saja didirikan di bulan maret 2021 yang lalu, sekarang sudah berhasil menggarap sebuah film dari daerah yang berjudul “PETANI BERDASI” menceritakan tentang seorang sarjana pertanian sampai menjadi seorang yang terkenal yang kaya raya.

Andi Januar  mengatakan “kegiatan ini Sangat positif dan kami optimis akan berhasil mengembangkan perfilman di Daerah Sulawesi Tengah yang berkualitas sesuai standar perfilman Nasional”.

Lanjut Andi “Bahwa dengan adanya legalitas yang dimiliki maka karya-karya yang berkualitas akan bisa dihasilkan di Sulawesi Tengah”.

Andi Januar berharap pertemuan ini dapat menambah wawasan dalam membuat sinopsis dan skenario sebuah film yang berkualitas.

“Saya berharap dengan adanya pertemuan ini akan menambah lengkap wawasan kita dalam membuat sinopsis dan skenario sebuah film yang berkualitas” tutur Andi Januar.

Seniman Sulawesi Tengah “Hamzah Rudji” juga sebagai Novelis mengatakan “suatu kebanggaan bagi kami putra daerah ikut berpartisipasi dalam memberikan ide-ide atau gagasan yang dapat memperkenalkan daerah sulawesi tengah dari segi Agama, Budaya, dan bahkan Pariwisata”.

Hamzah melanjutkan “saya sangat berharap, kedepannya banyak anak-anak kita berasal dari Sulawesi Tengah yang mampu menjadi seorang novelis, sutradara, bahkan memiliki perusahaan perfilman sendiri untuk memperkenalkan daerahnya di hadapan Dunia, menceritakan sejarah Daerah melalui tulisan dan film yang bisa di baca dan di tonton anak cucu kita dimasa mendatang agar mereka tahu sejarah Daerahnya”.

“seperti tulisan saya yang berjudul “CINTA DI TENGAH LIKUIFAKSI” menceritakan bagaimana kisah percintaan yang direnggut oleh kengerian Likuifaksi yang pernah terjadi di Sulawesi Tengah khususnya di Kota Palu dan Kabupaten Sigi pada 28 September 2018 yang lalu. Dimana dalam sejarah, pertama kalinya terjadi Likuifaksi di Negara Indonesia yaitu Kota Palu dan Kabupaten Sigi dalam waktu yang bersamaan”. tutup Hamzah.

Penulis : Roy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.