Salah Bicara, Lumpo terkena Denda Adat Suku Kaili

Kareba Sulteng News – Donggala,  Lumpo warga Desa Povelua, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, terkena sanksi adat suku kaili atau digivu akibat salah berucap atau “sala mbivi” sehingga Lumpo harus membayar denda dengan satu ekor Kambing, lima ekor ayam, satu buah dulang pompo, dan satu buah pingga kaso.

Prosesi adat yang berlangsung (senin,03/8/2020) sekitar pukul 16:30 wita dilaksanakan di Gedung Serba Guna Kantor Desa Loli Pesua, dihadiri oleh Lumpo sebagai pelanggar adat, Rusman Labahu Kepala Desa Loli Pesua dan sejumlah tokoh adat.

Lumpo terkena sanksi adat karena salah berucap saat menjelaskan histori tanah yang menjadi sengketa, sehingga membuat keluarga besar Almarhumah Nohari tidak bisa terima dan melakukan keberatan adat yang akhirnya berujung dengan sidang adat kaili (givu sala mbivi).

Lumpo mengakui kesalahannya dan siap menanggung semua sanksi adat, dia berharap semua selesai disini, dan tidak ada dendam berkelanjutan nantinya.

Hambali salah satu Tokoh Adat Kaili sekaligus dari pihak penggugat yang sempat diwawancarai tim Kareba menuturkan “Hukum Adat ini pada dasarnya bukan menghakimi seseorang, tetapi bagaimana caranya membangun silaturahmi harmonisasi kekeluargaan sehingga terjalin hubungan kekeluargaan dan tidak mengulangi kembali kesalahan-kesalahan serupa dimasa mendatang”

Penyerahan denda adat berupa satu ekor kambing, lima ekor ayam, satu buah dulang pompo, dan satu buah pingga kaso, diterima langsung oleh Zubair selaku sekretaris Adat Kaili Desa Loli Pesua, sekaligus penandatanganan surat pernyataan dengan harapan tidak ada lagi yang melakukan kesalahan serupa dikemudian hari.

Penulis : ROY

Editor : Admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *