Yahdi Basma : “Pansus Bencana Harus Beri Solusi Terhadap Stabilitas Data Penerima Dana Stimulan”

Kareba Sulteng NewsPalu, Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang ke-5 kalinya antara Pansus DPRD Untuk Pengawasan Penanggulangan Bencana 28 September 2018 dengan Pemerintah Daerah, digelar kamis pagi, 12 Maret 2020 di Ruang Baruga DPRD Provinsi Sulteng. RDP kali ini dihadiri Kepala BPBD Barrholomeus Tandigala dan Kadis Sosial Provinsi Sulteng, dan dipimpin langsung Ketua Pansus Budi Luhur Larengi, Sekretaris dan Wakil Ketua Pansus Wiwiek Jumatul Rofi’ah.

Yahdi Basma, salah satu Anggota Pansus dari Fraksi NasDem menyampaikan uraiannya terkait mekanisme distribusi DANA STIMULAN Tahap II saat ini, bahwa sebaiknya kita rumuskan mekanisme kerja Pansus yg memang tidak pernah ada JUKNIS nya di Regulasi manapun.

Lazimnya, kata Yahdi, Pansus merilis Rekomendasi/Hasil Pansus di ujung/akhir masa kerja, maksimal 6 bulan ke depan. “Nah, sementara proses RR pasca bencana ini, banyak sekali tahapan yang bermasalah, yang butuh solusi di masa dan di saat tahapannya sedang berlangsung. Bisa dibayangkan jika kita rekom di ujung, maka masalah hari ini di tahapan berlangsung, sama sekali tidak bisa temukan solusi”, ujarnya.

Masih menurut Yahdi, yg periode sebelumnya memimpin Pansus Bencana, “Kita Exercise pada soal ‘kelonggaran Pemerintah’ terhadap KORBAN Rumah Rusak yang diberikan Hak Dana Stimulan. Yang berstatus RB (Rusak Berat) ternyata dilonggarkan untuk mengganti menjadi status RS (Rusak Sedang) dengan dalih, RB yang diberi bahan bangunan, sementara yang RS berupa uang tunai. Banyak Korban, lebih memilih uang tunai”.

Ini berbahaya, katanya. Sebab mempengaruhi stabilitas data, yang selama ini menjadi salah satu PROBLEM POKOK. “Ini potensial merusak manajemen, merusak sistim, bahkan memicu konflik di lapangan” lanjutnya.

Ketua Pansus, Budi Luhur Larengi menyetujui pikiran Yahdi ini untuk dirumuskan segera sebagai keputusan operasional dari Pansus. “Segera kita rumuskan untuk kita laporkan kepada Pimpinan DPRD. Gagasan Pak Yahdi ini betul”, ujar Budi. “Sebab, jika berlarut, maka saat masa tugas kita selesai, permasalahan yang ada menjadi fakta terus menerus, masalah tidak terurai dalam solusi”, lanjutnya.

Penulis : Roy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *