DPRD PARIMO GELAR RAPAT DENGAR PENDAPAT TENTANG DANA BANTUAN BENCANA

Parigi Moutong_ karebasultengnews.co.id Masyarakat Parigi Moutong yang terdampak bencana gempa bumi 28 September 2018 lalu, tidak sedikit  yang mengeluhkan terkait bantuan dana bencana gempa bumi bahkan ada beberapa orang yang rumahnya rusak berat hingga  saat ini belum masuk data.

Terkait keluhan masyarakat yang terdampak bencana, Jum’at 17/ 2020 DPRD Kabupaten Parigi Moutong, menggelar Rapat  Dengar Pendapat bersama  BPBD Provinsi Sulteng dan BPBD Kabupaten Parigi Moutong serta BPKAD Parigi  Moutong guna membahas tentang dana bantuan bencana Parigi. Adapun yang  hadir dalam RDP tersebut diantaranya :

–  Tri Nugraha : Kabid RR BPBD Parimo
–  I Nyoman Sudiana : Kabid PIPW Bapelitbangda Parimo
–  A. Asdi : Kabid RR BPBD Sulteng
–  Saeful Andriyanto : Kasi Rekonstruksi  BPBD Parimo
–  Andriyanto Rahayu R.T : Set BPKAD
–  Idam : Kadis PKP
–  Buyung : Pasiltator
Dan instansi terkait lainnya.

Rapat dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Parimo Sayutin Budiyanto S.Sos didampingi Wakil Ketua II Sugeng Salilama, Ketua Komisi III Drs. Alfred Tonggiroh M.Si  dan dihadiri oleh anggota  DPRD sebanyak 17 orang anggota beserta para undangan, hal-hal yang  menjadi pembahasan dalam Rapat Dengar Pendapat tersebut yaitu :

–  bantuan dana bencana di Parigi Moutong
–  Progres rehabilitasi dan rekonstruksi
–  Rehabilitasi  berat
–  Rehabilitasi sedang
–  Rehabilitasi ringan
–  Serta tahapan rehabilitasi

Dalam RDP pihak Legislatif meminta penjelasan dari pihak BPBD Provinsi Sulteng dan BPBD Parigi Moutong  yang disampaikan oleh Kepala Bidang RR BPBD Parimo Tri Nugraha dan A. Asdi Kabid RR BPBD Sulteng diantaranya :

a. Rehabilitasi  ringan 496 dengan dana bantuan Rp.10.000.000 /unit
b. Rehabilitasi sedang 918 dengan dana bantuan Rp.25.000.000/unit
c. Rehabilitasi berat 427  dengan dana bantuan Rp.50.000.000/unit

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi BPBD Parimo, Tri Nugraha Ardiatha, SH., MAP menyampaiakan, rincian jumlah rumah yang terdampak bencana gempa bumi tanggal 28 September 2018 yaitu sebanyak 5.582 unit

Jumlah itu terbagi dalam tiga kategori yaitu rumah rusak berat 553 unit yang terbagi lagi 126 unit dibiayai melalui dana DAK perumahan, 427 unit dibiayai melalui dana hibah luar negeri.

“Untuk rumah rusak sedang, sebanyak 923 unit dan rumah rusak ringan sebanyak 4.232 unit,” katanya.

Untuk rumah rusak berat lanjutnya, dibiayai melalui dana hibah luar negeri dengan total dananya Rp21.350.000.000,- (Dua Puluh Satu Miliar Tiga Ratus Lima Puluh Juta Rupiah) tersebar di delapan kecamatan yaitu dari Kecamatan Siniu sampai dengan Kecamatan Balinggi Kabupaten Parigi Moutong.

type rumah yang dipilih yaitu RISMA (Rumah Instan Sehat Layak Huni Ramah Gempa), untuk Kelurahan Loji Type rumah yang dipilih yaitu RIKO (Rumah Instan Konfensional), dan Kelurahan Bantaya type rumah yang dipilih yaitu RISHA (Rumah Instan Sederhana Sehat).

Tri Nugraha juga menjelaskan bahwa untuk tahap pertama pengerjaannya sudah mencapai 94% . Sesuai Juknis untuk pencairan dana bencana dengan membentuk kelompok masyarakat  dan pasiltator. Dijelaskan juga untuk supaya atau belanja bahan bangunan ditentukan dan atas kesepakatan  sipenerima bantuan. Pihak BPBD tidak ikut campur lagi terkait perbelanjaan barang tersebut. Namun dari pihak BPBD mendapatkan  kendala  untuk Type Risa terkait aplikator yang tidak mempunyai modal.

Sementara itu dalam kesempatan yang sama Asdi memberi penjelsan terkait dana bantuan bahwasanya untuk tahap dua masuk kebatang tubuh APBD dana tersebut langsung masuk ke rekening masyarakat yang  terdampak bencana.

Dan dalam Rapat Dengar Pendapat , Ketua DPRD Parimo  sempat menyarankan  kepada BPBD bagi aplikator yang tidak mempunyai modal, agar dialihkan kepihak lain yang mampu mengerjakan rumah type  Risa.
Ketua  DPRD juga meminta kepada Disdukcatpil agar memberikan data korban  harus valid, agar pemberian dana bantuan bencana tepat sasaran. (Risman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *