ALAMAT PENA ( Aliansi Masyarakat Penyintas Bencana ) GELAR AKSI DAMAI

Parigi Moutong_ karebasultengnews.co.id Sesuai dengan ketentuan Pasal 10 Undang-undang No. 9 tahun 1998 tentang tata cara menyampaikan pendapat dimuka umum. Atas nama Aliansi Masyarakat Penyintas Bencana (ALAMAT PENA) Parigi Kabupaten Parigi Moutong melakukan aksi unjuk rasa damai. Kamis 16/01/2020.

Aksi Unjuk Rasa (Unras) damai tersebut dilakukan di depan Kantor DPRD Kabupaten Parigi Moutong dan didepan Kantor Kejaksaan RI Kabupaten Parigi Moutong, dipimpin oleh H. Sukri Cakunu selaku penanggung jawab Aksi Unjuk Rasa dan sekaligus orator dalam aksi tersebut, selain H. Sukri Cakunu yang bertanggung jawab dalam aksi tersebut ialah sdr. Zulfikar Zamardi, massa aksi unjuk rasa yang diperkirakan sebanyak 200 orang.

Dalam aksinya massa membawa spanduk dan alat serta perlengkapan peraga aksi seperti sound system dan kendaraan roda empat 3 unit, rodadua sekitar 40 unit. Massa dengan membawa spanduk yang bertuliskan ;

– siapa oknum pejabat dibelakang pasilitator yang mainkan harga bahan bangunan
–  fasilitator  jadi kontraktor dana bencana tekor
–  juknis bencana diselewengkan
–  usut tuntas korupsi dana bencana, bongkar segera
–  dana bencana dikentit rakyat menjerit, ungkap pelakunya

Dalam orasinya H. Sukri Cakunu, Zulfikar Zamardi  dan sdr. Munafri SH. dari LBH Parigi Moutong di Kantor DPRD Parimo menyampaikan orasinya dengan tuntutan sebagai berikut :

a. Mendesak dibuatkan Pansus terkait gonjang-ganjing penyaluran dana hibah bencana.
b. Kembalikan harga bahan bangunan keharga normal
c.  Mendesak usut regulasi dari Gubernur
d. Telusuri data orang yang berhak  menerima
e. Telusuri regulasi Gubernur tentang bencana karena Juknis yang diterbitkan tidak sesuai, Juknis yang diterbitkan adalah regulasi dana bantuan bencana dunia.
f. 17 unit rumah di Desa Matolele Kec. Parigi Tengah yang roboh agar didata ulang
g. Dana bantuan tahap akhir harus disalurkan ke penerima
h. kembalikan uang yang diduga diselewengkan.

Massa aksi diterima oleh ketua DPRD Parigi Moutong Sayutin Budiyanto S.Sos dan anggota DPRD. Perwakilan massa aksi Unras menyerahkan dokumen dan data dana yang diselewengkan.

Kesimpulan dari DPRD yang disampaikan oleh anggota Dewan Sutoyo tentang Juknis pananggulangan bencana sepakat untuk di bentuk Pansus, ditinjau kelapangan terkait 17 rumah yang roboh.

Massa aksi selanjutnya bergeser ke Kantor KejariParigi Moutong dan menyuarakan tuntutan sebagai berkut:

a. Usut adanya dugaan  tindak pidana korupsi dengan modus rekayasa / mark up harga-harga bahan bangunan dan bantuan dana hibah bencana.

b. Usut Juknis karena Juknis yang diterima itu Juknis Regulasi tentang dana bantuan dunia bukan dana bantuan bencana daerah.

Massa aksi selain melakukan unjuk rasa, dalam aksi tersebut juga menyerahkan tembusan dokumen pelaporan dugaan tindak pidana korupsi beserta alat buktinya oleh H. Sukri Cakunu dan Zulfikar Zamradi selaku penanggungjawab aksi kepada pihak Kejaksaan RI Kabupaten Parigi Moutong yang diterima oleh Kasi Intel Kejari Faizal.

Tanggapan dari Kejari disampaikan oleh Kasi Intel Faizal memohon bantuan tentang data sipenerima dana bantuan bencana serta data sipenerima dan tembusan laporan dugaan tindak pidana korupsi akan dilaporkan kepimpinan untuk di klaripikasi.

Selama aksi berjalan mendapatkan pengawalan dan pengaman dari Polres Parigi Moutong.(Risman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *