INSTANSI TERKAIT, GELAR RAPAT KORDINASI UNTUK ANTISIPASI PENANGGULANGAN BENCANA ALAM

Parigi Moutong_ karebasultengnews.co.id Rapat Koordinasi bersama instansi terkait dalam rangka Antisipasi Penanggulangan Bencana Alam di Wilayah Kabupaten Parigi Moutong. Bertempat di Aula Pesat Gatra Mako Polres Parigi Moutong Selasa 14/01/2020.

Rapat tersebut dihadiri oleh Kapolres Parigi Moutong AKBP Zulham Effendi Lubis SIK, Waka Polres Kompol Sapri Helmi  Dandim 1306/Donggala Kolonel Inf. Widya Prasetyo Nur Yahya S.Pd, Wakil Ketua DPRD Parigi Moutong Sugeng,  Salilama, Pa Dan Pos AL Letda (P) Aditya, Ka Kesbangpol Parigi Moutong Mahmud Tandju, Asisten 3 Bupati Arman , Dan Ramil 1306/08 ParigiPelda I Nyoman ArnayaTagana Ariesto, Sekdis PUPR Parigi Moutong Riva’i,  Kejaksaan Dirman, Kepala PN Parigi Hendi N. Saputro, Sek Dishub Parigi Ismet, Basarnas Parigi, Kalak BPBD Parigi Moutong Abdul Azis Tombolotutu, Basarnas Parigi Moutong, PMI, Dinas Kesehatan dan para undangan.

Kapolres menyampaikan dalam rapat tersebut
Melihat dari sejarah parigi pernah dilanda tsunami, dan potensi bencana alam di bahwa di Parigi moutong ada pengunungan dan mengharapkan adanya unit kerja bencana alam  serta adanya out put, out came, apabila sudah terbentuk unit kerja kita tidak kelabakan, dengan adanya rakor ini diharapkan ada solusi.

Sementara itu Kabagops Polres Parigi Moutong Kompol Tarigan S.H, dalam paparanya terkait penanggulangan bencana disampaikan harus diketahui siapa dan apa yang harus dilakukan baik sebelum, ketika dan pasca bencana.

Ada beberapa faktor penyebab bencana alam yang terjadi di Parigi Moutong yaitu membuang sampah sembarangan, penebang pohon yang tidak sesuai ketentuan, membuka lahan dengan cara pembakaran lahan, kondisi cuaca, penambangan emas tanpa ijin ada beberapa titik yang raean banjir diantaranya di Kecamatan Lambunu, Kecamatan Parigi Utara, Kecamatan Parigi, Kecamatan Torue, Kecamatan Sausu.

Antispasi  atau pencegahan bencana dan mitigasi yang dilakukan oleh Polres Parimo diantaranya, melaksanakan sosialisai mengenai bencana alam, reboisasi, memperbanyak resapan air, memeberihkan sampah dialiran air, membuang sampah pada tempatnya, membuat darinase dan memindahkan barang berharga ketempat lebih tinggi, stop ilegal logging, stop ilegal minning, penghijauan dan waspada curah hujan yang ekstrim.

Kalak BPBD Parigi Moutong Abdul Azis Tombolotutu menyampaikan bahwa Pusdalops Parigi moutong sudah membentuk dua unit Team Reaksi Cepat (TRC) meliputi di Parigi Kota dan di Kecamatan Tinombo
Bencana yang terjadi di Kabupaten Parigi Moutong yaitu banjir, gempa bumi, banjir bandang, gelombang ekstrim, angin topan dan longsor dll.

Langkah-langkah yang dilakukan oleh BPBD Parigi Moutong ketika bencans yaitu bentuk posko lapangan ditempat bencana, kesiapan personel, sarana prasarana, anggaran dalam penanggulangan bencana, sosialisasi terhadap masyarakat yang terdampak bencana.

Dalam Rakor tersebut diadakan diskusi, dalam diskusi tersebut meliputi langkah-langkah penanggulangan bencana dan kesiap siagaannya. Pembentukan unit kerjan perlu adanya regulasi atau payung hukum karena didalamnya menyangkut anggaran.Untuk pembiayaan atau anggaran bencana.

Evaluasi dalam penanggulangan bencana harus adanya langkah prabencana seperti menyiapkan lokasi tempat pengungsian, ketika bencana dan  tindakan pasca bencana, rehabilitasi dan rekontruksi bencana Rakor ini akan dilaporkan ke Bupati dan program seperti ini akan dilanjutkan kedepannya.

Kesimpulan rakor diantaranya apa yang harus dilakukan ketika ada bencana dan pasca bencana, berkolaborasi antar instansi dan pertajam regulasi tentang bencana untuk untuk tim.  Dengan Rakor yang dilaksanakan ini diharapkan adanya aksi dilapangan dengan meninjau lokasi yang rawan bencana untuk menjadi acuan dalam mengambil langkah guna penanganan dan penangulangan bencana alam. (Risman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *