Solidaritas Muslim Parigi Gelar Aksi Damai, Terhadap Muslim Uighur

Parigi Moutong_ karebasultengnews.co.id Aksi Damai yang dilakukan oleh Solidaritas Muslim Parigi Bela Uighur Kabupaten Parigi Moutong terkait penindasan Muslim di China.

Jumat, 27/12/2019 Solidaritas Muslim Parigi melakukan aksi damai Bela Uighur Dengan Tema “BEBASKAN MUSLIM UIGHUR UNTUK BERISLAM” massa berkumpul masjid Nurul Bahri Kel. Bantaya Kec. Parigi Kab. Parigi Moutong.

Dalam aksi tersebut sebagai penanggung jawab yaitu Ustad Muhammad Ikbal  dihadiri oleh Habib Abdullah, Ustad Adri massa aksi sekitar 30 orang, aksi tersebut diikuti oleh beberapa Ormas yang ada wilayah di Kab. Parigi moutong yang tergabung dalam Aksi solidaritas muslim Parigi Bela Uighur.   Adapun alat Peraga yang digunakan dalam aksi tersebut yaitu sound system, bendera yang bertuliskan lafadz tauhid, baliho dan spanduk berisi kecaman terhadap pemerintah China.

Massa berjalan kaki dengan rute dilalui yaitu star dari depan Mesjid Nurul Bahri – Jln. Nurul Bahri – Jln. Yos Sudarso  – Jln K.H Agus Salim – Jln. Trans Sulawesi – dan titik akhir orasi di Depan Hotel Horizon. Selanjutnya Rute kepulangan yaitu dari Hotel Horizon – Jln. Trans Sulawesi – Perempatan Pertamina – Jln. Ir. Sutami – Jln. Nurul Bahri – Mesjid Nurul Bahri.

Dalam aksi tersebut beberapa orang yang menjadi orator diantaranya :

a. Ustad Muhammad Ikbal dalam orasinya menyampaikan :

  • –  Perampasan hak-hak asasi manusia umat Islam di Uighur diwilayah otonomi khusus Xinjiang sudah sangat keterlaluan. Lewat Undang-Undang De-Ekstremifikasi serta dalih melawan radikalisme.
  • –  Hak asasi manusia saudara muslim Uighur dicabik dan dirampas hak beribadahnya, hak ekonominya, hak sosialnya, hak politik sampai hak budaya.
  • –  Kami dari Solidaritas Muslim Parigi Bela Uighur mengecam dan mengutuk keras tindakan zalim rezim komunis China terhadap saudara muslim Uighur, ini merupakan bencana kemanusiaan, saudara-saudara kita umat Islam dizholimi bahkan sampai dibunuh.
  • –   Pemerintah RI harus segera menghentikan hubungan bilateral dengan pemerintah China dan tidak boleh ada hubungan apapun dengan mereka.
  • –  Massa aksi menghimbau kepada seluruh pemimpin dunia Islam agar semuanya bersatu dan bersuara untuk menyelamatkan muslim Uighur dari kebiadaban kaum komunis China.

b. Habib Abdullah dalam orasinya :

  • –  Etnis Uighur di China dilarang beribadah, memiliki dan membaca kitab suci Alquran oleh Pemerintah China dan juga mewajibkan etnis Uighur mengikuti camp re-edukasi dengan dalih deradikalisasi.
  • –  Pria etnis Uighur yang mendekam di camp re-edukasi dipaksa menerima orang asing nonmuslim untuk tinggal satu atap dengan keluarga atau istrinya, jika menolak pria Uighur akan dituduh sebagai ekstremis radikal. Dan dijebloskan ke dalam camp re-edukasi yang menurut beberapa laporan LSM HAM internasional justru tempat di mana banyak penyiksaan serta pelecehan seksual.

 

c. Ustad Adri dalam orasinya menyampaikan :

  • –  Aksi ini muncul karena solidaritas Muslim Parigi Bela Uighur tidak terima dengan sikap serta perlakuan kaum komunis China yang telah menyiksa serta melarang umat Islam Uighur untuk melakukan segala bentuk ibadah.
  • –  Kaum muslimin Uighur merupakan saudara kami sesama muslim, apabila mereka terluka, maka seluruh umat Islam juga pasti akan merasakan hal sama, Maka oleh karena itu kami mengutuk tindakan kaum komunis China terhadap muslim Uighur, serta meminta umat Islam semuanya harus bangkit untuk melawan tindakan yang dilakukan oleh mereka. Dan sebagai aspirasi kami kepada pemerintah agar pemerintah China untuk segera menghentikan tindakannya kepada umat Islam di Turkistan Timur.

Selama aksi damai Solidaritas Muslim Parigi Bela Uighur berlangsung sampai membubarkan diri massa mendapatkan pengamanan dan pengawalan dari personil Polres Parigi Moutong. (Adji Ras’an)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *