RAPAT FORKOPIMDA KABUPATEN PARIMO SOROTI NARKOBA

Parigi Moutong. karebasulteng.news.co.id ~Pemerintah Daerah Kabupaten Parigi Moutong menggelar rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah ( forkopimda ) yang berada di wilayah Kabupaten Parigi Moutong dibuka langsung oleh Wakil Bupati Parigi Moutong H. Badrun Nggai SE mewakili Bupati Parigi Moutong bertempat di Kantor Bupati Jln. Kampali No. 1 Kelurahan Kampal Kecamatan Parigi Kabupaten Parigi Moutong. Rabu 12/12/2019.

Turut hadir dalam rapat tersebut di antaranya Kapolres Parigi Moutong AKBP Zulham Effendi Lubis S.I.K, Dandim 1306/Donggala Kol. Inf. Widya Prasetya SPd, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Parigi Moutong Faisan Badja, Kepala Kajati diwakili oleh Kasi Jamintel Faisal, Ketua MUI Kabupaten Parigi Moutong Moh. Abdul Qosim Abdul Majid,  Ketua FKUB H. Djalal, Kepala Pengadilan Negeri Kabupaten Parigi Moutong dan segenap para perwakilan Pimpinan daerah di wilayah Kabupaten Parigi.

Dalam rapat tersebut ada beberapa hal yang menjadi perhatian, masukan dan saran dari setiap perwakilan diantaranya;

A. Polres Parigi Moutong terkait

  1. Kamtibmas di wilayah hukum Parigi Moutong tentang Pembalakan liar masih terjadi, minuman keras, Curanmor 51 perkara, penipuan 39 perkara dan KDRT 20 Perkara.
  2. Jajaran Polres Parigi Moutong dibidang  narkotika sudah berhasil 45 pengungkapan jenis sabu-sabu. Untuk diketahui sabu-sabu di wilayah Parigi Moutong harga /gram yaitu Rp 1,6, peredaran perbulannya 6 kg, dan mayoritas pelakunya usia produktif 16-43 tahun.
  3. Bidang lakalantas 152 lakalantas secara kuantitas dan kualitas urutan pertama se-Sulteng dengan 52 korban jiwa
  4. Beberapa Perhatian dari Kapolres terkait Kamtibmas kasus pembegalan yang terjadi di Kecamatan Sidoan dan dijalan jalur dua Parigi serta tindakan pembusuran di Kecamatan Taopa, pertikaian pemuda di wilayah Kecamatan Lambunu yang berujung pembakaran sekolah yang dilatarbelakangi dendam lama
  5. Rasa sebanyak 7 kali dan juga terkait potensi kerawanan di Parigi Moutong mengenai paham radikalismE Aliran Naksabandiyah, Yahoma
  6. Bidang Politik yaitu terkait Pilgub Sulteng
  7. Bidang Ekonomi yaitu melonjak harga elpiji menjelang Natal dan tahun baru, dan perkara Bahan Bakar Minyak (BBM) 15 x penindakan.
  8. Bidang Sosial yaitu senketa lahan terjadi karena dengan adanya isu pemekaran Kabupaten dan Pemindahan ibu kota negara sengketa lahan kebanyakan  dilatarbelakangi sertifikasi tanah yg belum dimiliki oleh pemilik tanah

Saran dan masukan dari Polres diadakannya hiburan atau kegiatan kepemudaan yang bertujuan mengakomodir bakat serta talenta warga agar terhindar dari Narkoba

B. Dandim Kol. Inf. Widya Prasetya dalam penyampaian perhatiannya bahwa ada 32 Kepala Keluarga di bantaran sungai  Desa Tindaki  pengangguran dan berpotensi kerawanan keamanan.

C. Dari Pengadilan Negeri

  1. Narkoba 200 perkara dan pengguna sudah di semua kalangan di segi pengedaran harga narkoba sangat menggiurkan. Saran bagi si pengguna lebik baik di rehabilitasi dibandingkan dipenjara.
  2. Efek dari pengguna Narkoba bisa berujung ke konflik sosial yang berpotensi pertikaian antar warga.
  3. Miras harus menjadi konsen kita bersama
  4. Senketa lahan
  5. Internet juga bisa menimbulkan konflik dengan berita hoak

D. Dari kejaksaan Faisal dalamnya penyampaiannya terkait Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) bahwa arahan dari Kementerian Desa bahwa harus diutamakan pencegahan namun laporan dilapangan mendapat laporan tentang pengelolaan dana Desa yang tidak sesuai dengan aturan yang semestinya. Dengan aduan dan laporan tersebut kami tindak lanjuti sampai keranah hukum

E. Badan Intelijen Negara yang diwakili Letkol. Inf Abdurahman dibidang :

  1. Politik  terkait Suket menjelang Pilkada
  2. Ekonomi terkait naiknya harga gas elpiji karena adanya pengurangan jatah
  3. Tambang terkait penggunaan alat dan ancaman alam.
  4. Keamanan terkait pimpinan Mujahid Indonesia Timur (MIT) Ali Kalora masih mendapatkan pasokan logistik dari jaringannya. Areal mereka antara wilayah Sigi, Palolo, Parigi sausu sampai Poso Pesisir Utara

F. Bais TNI diwakili Bpk Andrei menyampaikan terkait :

  1. Bidang Ideologi radikalisme harus menitikberatkan kepada pencegahan dini dan deteksi dini
  2. Politik menyampaikan terkait  Pilgub Sulteng
  3. Ekonomi terkait harga sembako beras terpantau masih adanya diatas harga standar ditingkat eceran padahal Parigi Moutong menyatakan surplus.
  4. Tambang berpotensi konflik sosial terkait perijinannya.

G. Kemenag yang disampaikan oleh Kepala Kementerian Agama Bpk Muslimin soroti ;

  1. Pendidikan dan agama,
  2. Kondisi terbatasan pengadaan baik guru fasilitasnya
  3. Pendidikan agama sangat kurang yang ada di Parigi Moutong.
  4. Dari Kemenag berupaya pencegahan terkait narkoba, intoleransi dan radikalisme, KDRT

H.  Pos TNI-AL Parigi Moutong Koptu Indra soroti

  1. Aktivitas nelayan meningkatnya pencurian alpal nelayan (aki, alat system tenaga Surya) dan sudah upaya lakukan penyelidikan dan pengungkapan pencurian tersebut.
  2. Meningkatnya kejahatan perompakan terhadap nelayan yang sangat meresahkan masyarakat nelayan di wilayah antara Parigi sampai Moutong. sehubungan dengan keterbatasan alpung serta personil Pos TNI-AL mengajak kepada pihak terkait (Polairud dan Dishub) bisa bekerjasama dalam pengungkapan perompakan terhadap nelayan yang meresahkan.

I. DPRD wakil ketua Faisan Badja

  1. Semua perhatian dan permasalahan akan kami koordinasikan untuk mencari solusi.
  2. Bidang laut terumbuk karang di Moutong rusak.

J. Pihak FKUB, Pengadilan Agama, soroti tentang Narkoba yang menjadi terjadi konflik dimasyarakat ataupun terjadinya KDRT serta perceraian

Kesimpulan dalam rapat tersebut Wakil Bupati Parigi Moutong H Badrun Nggai SE menyimpulkan masih banyak hal yang harus diselesaikan dan harus ada kerjasama semua Stakeholder untuk rencana aksi daerah. Rapat Forkopimda ini akan ditindak lanjuti dan akan dilaksanakan selanjutnya pertiga bulan.(Risman)

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *