Empat Lokasi Yang Menjadi Kajian Penyusunan Master Plan Parimo Mutiara Kahatuliswa 2019-2024

Parigi Moutong. karebasultengnews.co.id Empat Kecamatan di Wilayah Kabupaten Parigi Moutong menjadi lokasi Kajian penyusunan Master Plan Parimo Mutiara Khatulistiwa 2019-2024.  Adapun empat Kecamatan tersebut itu adalah Kecamatan Palasa, Kecamatan Tinombo, Kecamatan Tinombo Selatan dan Kecamatan Sidoan. Penyusunan Master Plan sesuai 7 Agenda Pembangunan atau Prioritas Nasional dalam RPJMN 2020-2024.
Wakil Bupati Parigi Moutong H Badrun Nggai SE  dalam kegiatannya  memimpin Konsultasi  Publik Data Dasar Penyusunan Master Plan Parimo Mutiara Khatulistiwa 2019-2023 yang dihadiri oleh tim pengkaji Master Plan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Moedjiono dan OPD yang dilaksanakan diruang Wakil Bupati Parigi Moutong. Kamis 5/12/2019.
Wakil Bupati Parigi Moutong H. Badrun Nggai SE dalam menyampaikan penyusunan master plan harus melibatkan berbagai sektor, tidak hanya pada sektor Pertanian saja akan tetapi disektor Perikanan, Sektor Ketahanan Pangan sektor Kesehatan dan lain lain harus masuk dalam kajian.  Wakil Bupati Parigi Moutong H. Badrun Nggai SE  menambahkan, yang terpenting saat ini adalah bagaimana Daerah Kabupaten Parigi Moutong terus maju dan berkembang pembangunannya.
“Kita harus banyak mendatangkan investor di daerah ini. Saya harapkan kepada OPD, apabila ada Investor masuk di Daerah ini, izin mereka jangan di pingpong kiri kanan. Saya banyak mendapatkan laporan masih ada OPD yang memberikan izin kepada Investor berbelit-belit. Kalau Kita mau maju jangan seperti itu,” tegasnya.
Wakil Bupati Parigi Moutong H Badrun Nggai SE menyampaikan, potensi Parigi Moutong sangat banyak yang bisa dikembangkan atau dibudidayakan, tinggal bagaimana cara Pemerintah bisa menarik minat investorestor untuk mengelola potensi tersebut.
“Surplus beras kita masih sangat tinggi, budidaya Kepiting, ikan, kakao, cengkeh, jagung dan lain lain kita punya, sehingga ini yang perlu kita gali potensinya dengan melibatkan berbagai Investor untuk masuk ke daerah ini dalam mengelola itu,” tambahnya.  Sementara itu tim pengkaji Master Plan dari Institut Pertanian Bogor (IPB) Moedjiono menyampaikan tujuan dan sasaran untuk penyusunan Master Plan mengidentifikasi dan menginventarisasi komoditas utama dan pendukung yang ada, jenis dan beberapa komoditas serta potensi pengembangan pertanian yang dinilai sesuai untuk dikembangkan di Kecamatan Palasa, Tinombo, Tinombo Selatan dan Sidoan.
“Kajian ini untuk mengidentifikasi permasalahan yang terjadi dalam pengembangan Pertanian di Kabupaten Parigi Moutong,” Imbuhnya.
Moedjio menambahkan, komoditas unggulan yang terdapat di empat wilayah Kecamatan itu adalah bawang, jagung, kelapa, padi, pala, cengkeh dan Kakao sehingga dapat meningkatkan produktivitas Holtikultura di Kabupaten Parigi Moutong.
Konsultasi Penyusunan Master Plan Parimo Mutiara Khatulistiwa 2019-2023 menanggapi harapan Bappenas Bahwasanya Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kota/Kabupaten di Sulawesi diharapkan membuat perencanaan pembangunan untuk menunjang peningkatan investasi yang sesuai dengan RPJMN 2020—2024.
Pemerintah daerah dapat menyusun rencana itu sesuai dengan potensi dan kontribusinya saat ini terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Pembangunan di Sulawesi akan diarahkan untuk menjaga konsistensi pertumbuhan tinggi dan pengembangan hubungan perdagangan nasional di kawasan timur Indonesia (KTI) serta pengembangan hubungan internasional sebagai outlet di wilayah Timur.
Pemerintah telah menetapkan 7 agenda pembangunan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024. Diperkirakan, kebutuhan untuk agenda pembangunan tersebut sebesar Rp 24.214,5 triliun. Rp 24.214,5 triliun merupakan belanja kementerian/lembaga, dana alokasi khusus (DAK) dan KPBU/Swasta.(Risman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *