Kesbangpol Gelar Penyuluhan Pencegahan Peredaran Uang Palsu

Parigi Moutong. Karebasultengnews.co.id Badan Kesatuan Bangsa Dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Tengah gelar Penyuluhan Pencegahan Peredaran Uang Palsu di Kabupaten Parigi Moutong, bertempat di Hotel Oktaria Parigi, Rabu 16/10/2019.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah Dr Fahrudin Yambas SSos MSi mewakili Gubernur Sulawesi Tengah pimpin kegiatan penyuluhan tersebut dan diikuti oleh para pemuka agama, para OKP, para pelajar dan masyarakat utusan masing masing Kelurahan dan Desa se- Kabupaten Parigi Moutong.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Fahrudin Yambas S.Sos, M.Si mengatakan, Peredaran uang palsu saat ini perkembanganya sangat pesat sehingga dapat merusak tatanan kehidupan masyarakat, melalui kegiatan penyuluhan pencegahan peredaran uang palsu dapat mendorong segenap komponen masyarakat sehingga sedini mungkin dapat dicegah dan jumlahnya tidak bertambah.

Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Fahrudin Yambas S.Sos mengatakan, “Kita berharap melalui kegiatan ini pencegahan dan peredaran uang palsu dapat dicegah, dengan perkembangan teknologi saat ini, kegiatan pemalsuan uang cukup kompleks, dan pelaku pemalsuan uang bahkan lebih dari satu orang serta teroganizir” imbuhnya

“Pemalsuan uang palsu saat ini luar biasa. Dengan adanya perkembangan teknologi sehingga mereka menyalahgunakan teknologi itu dengan menggunakan alat pemindai melalui alat Scenner, laser dan lain sebagainya,”Ucapnya.

Menurut Kepala Badan Kesbangpol Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Fahrudin Yambas S.Sos Fahrudin perlu adanya komitmen bersama antara unsur Pemerintah, Perbankan, TNI Polri dan masyarakat dalam mengatasi peredaran uang palsu.

Sementara itu Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Parigi Moutong Mahmud M Tandju SH MH memgatakan, dalam mencegah peredaran uang palsu di Kabupaten Parigi Moutong masyarkat harus jeli melihat uang melalui tindakan manual yaitu dilihat, diraba dan diterawang.

Menurut Kepala Badan Kesbangpol Kabupaten Parigi Moutong Mahmud M Tandju SH MH, saat ini hampir semua lembaga Pemerintah dan lembaga lainya telah melakukan transaksi non tunai, dan ini kata ia termasuk mencegah terjadinya kegiatan pemalsuan uang, “kerjasama semua Stakeholder agar Provinsi Sulawesi Tengah pada umumnya dan Kabupaten Parigi Moutong pada khususnya bebas dari penyalahgunaan dan peredaran uang palsu,” harapannya. (Risman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *