Aksi Damai Masyarakat dan Pemuda Kecamatan Sausu, Kab.Parimo

Parigi Moutong. Karebasultengnews.co.id.~ Aksi damai yang dilakukan oleh Masyarakat dan Pemuda yang mengatasnamakan Asosiasi Pemuda Gerakan Peduli Sausu di Depan Kantor Camat Sausu, Jln Trans Sulawesi Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong,14/10/2019  Masyarakat dan Pemuda yang mengatasnamakan Asosiasi Pemuda Gerakan Peduli Sausu yaitu

warga dan pemuda dari Desa Sausu Trans, Deaa Sausu Taliabo, Desa Sausu Torono dan Desa Sausu Auma dibawah pimpinan Koorlap Sdr .Guntur Tri Wahyudi. Massa aksi damai yang berjumlah sekitar 75 orang membawa alat pendukung Aksi seperti ; tiga unit Sound sistem,Toa sebagai Pengeras Suara, Kendaraan Pickup dan Kijang open serta kendaraan roda dua berjumlah sekitar 30 unit dan juga membawa sepuluh Pamplet yang bertuliskan Tuntutan Massa.

Adapun tuntutan Massa aksi sebagai berikut:

1. Pengecer Max 2 jergen jenis Pertalite

2. Solar Operator punya jatah

3. Ongkos 170 + operator Pertamina

4. Premanisme

5.Pegawai Pertamina di revormasi karena ada indikasi korupsi besar-besaran.

6. Industri dan pengecer tidak di perkenankan penggunaan premium dan solar subsidi.

7.Aparat mampu menindak oknum oknum petani.

8.Surat Suplai tetap 30 dilayani I tidak Tolai, Malakosa, Tambarana, Poso dan Mertajati.

Massa aksi damai diterima oleh Camat Sausu Bpk Lahan berserta staf didampingi oleh Danramil 17/Sausu bersama Beberap Babinsa dan Kapolsek sausu Bersama Anggota.Kronologis Kegaiatan tersebut pada pkl 09.08 WITA Massa Aksi Berkumpul Lorong Nakula Kecamatan Sausu Kabupaten Parigi Moutong kemudian pkl 09.30.WITA massa Aksi melakukan Konvoi seputaran Desa Sausu. Pkl 09.41 WITA massa Aksi Tiba di Halaman Kantor Camat Sausu. Massa disambut oleh Bapak Camat Sausu Bpk Lhaba bersama Staf.

Bapak Camat Sausu Bpk Lahaba menyampaikan, “merasa bangga kepada massa aksi karena peduli terhadap apa yang terjadi di wilayah Kec Sausu. Bahwa semua elemen sangat peduli dengan keluhan massa dan akan saya buktikan  apa yang dituntutkan terkait keluhan masyarakat”.

Camat juga menyampaikan kepada massa jangan sampai anarkis karena bangunan-banguna tidak bersalah yang bersalah itu hanya oknum-oknum saja. Camat Sausu Bpk Lahaba meminta kepada 10 orang sebagai  perwakilan guna menyelesaikan tuntutan-tuntutan  dari massa aksi ini, setelah itu akan dipanggilkan Pihak Pertamina dalam hal ini Kepala Pertamina guna mengklarifikasi dan menyelesaikan permasalahan  tuntutan dari massa aksi.

Pada pkl 10 14 WITA pihak Pertamina Sdr Rifai sebagai Kepala Pertamina Tiba Dikantor Camat Sausu. Koordinator Lapangan sdr Guntur TriwahyudI menyampaikan pernyataan dan pertanyaan serta tuntutannya antara lain:

– Mensinyalir bahwa ada penimbunan skala besar di SPBU Kecamatan Sausu.

–  Bahwa di SPBU  Kecamatan Sausu masuk 8 ton di SPBU Kecamatan Sausu apakah stok itu tidak mampu untuk memenuhi kebutuhan SPBU tersebut.

–  Pemakaian jergen biasanya sampai 30 jergen full 1 Pick Up sehingga sesuai aturan.

–  Pihak Kepolisian harus menyita semua jenis jergen agar kondisi di SPBU stabil kembali.

–  Apabila tidak diindahkan atau dilaksanakan maka kemungkinan besar masyarakat akan melaksanakan aksi penutupan Pertamina tersebut.

–  Utamakan Kendaraan terlebih dahulu daripada jergen karena perjalanan kendaraan akan melanjutkan perjalanan jauh.

–  Agar pemakaian jergen itu dibatasi lagi

Kepala Pertamina SPBU Kecamatan Sausu  Sdr Rifai selaku dari Pihak SPBU Sausu menyampaikan “Saya selaku Pimp Pertamina Kecamatan Sausu bahwa pengambilan-pengambila  di Pertamina itu yang membutuhkan banyak baik dari usaha gilingan, nelayan, pengairan, serta petani-petani yang mbutuhkan bahan bakar tersebut. 8 ton itu ada masa waktunya kapan habisnya sehingga dalam penyaluran itu tidak ada namanya cukong-cukongan.”

Sdr. Rifai juga mengatakan pihak Pertamina menyalurkan bahan bakar ini tidak pilih kasih karena masyarakt itu yang datang di SPBU disamakan semuanya bukan mau pilih-pilih penyaluran. Sdr Rifai mengajak kepada para perwakilan massa “Marilah kita sama-sama mengawasi SPBU ini agar kedepannya bisa lebih baik lagi dan jangan saling menyalahkan karena SPBU ini bukan untuk segelintir orang saja tapi untuk semua. Pertamina akan melaksanakan introspeksi pelayanan penyaluran bahan bakar mana yang diutamakan terlebih dahulu dalam penyaluran bahan bakar tersebut.

Dalam aksi tersebut Kapolsek Sausu menyampaikan pihaknya akan melakukan pengamanan dan pemantauan  dilingkungan SPBU 1×24 jam, pengisian BBM  saat ini masih lambat dari pihak Depot Pertamina Poso. Kapolsek juga mengatakan “kalau memang kesepakatan jergen tidak diperbolehkan jangan ada lagi jergen Di Lingkungan  SPBU  kecuali ada Kebijakan dari Pihak  SPBU Pertamina” ungkapnya.

Danramil 17-Sausu dalam kesempatan tersebut menyampaikan pihaknya akan mengamankan apa yg menjadi kesepakatan nanti pada saat akan diadakan rapat nanti. “Mari sama-sama kita ikuti apa yg menjadi hasil dari kesepakatan yang telah disepakati. Saling menghargai dalam menyampaikan permasalahan dan menyampaiakn permaslahaan dengan kepala dingin”.

Dalam aksi tersebut berhasil adanya kesepakatan, poin-poin kesepakatan diantaranya:

– Melarang pembelian BBM  bersubsidi jenis solar dan premium dalam bentuk jergen oleh pengecer, perusahaan maupun korporasi.

–  Pertamina dilarang keras mejual BBM bersubsidi diatas jam 12 malam yang disinyalir mendistribusikan BBM yang bertentangan dengan Undang-undang minerba yang berlaku di Indonesia soal peruntukan BBM bersubsidi yang diperuntukkan masyarakat.

–  Menghapus premanisme/ permainan pihak Pertamina  dalam mendistribusikan BBM jenis solar dan premium kepada pengecer maupun perusahaan korporasi.

– Kepolisian harus menyita semua jergen dan mengawasi pendistribusian BBM bersubsidi yang tidak tepat sasaran.

– Pendistribusian BBM dengan jergen hanya untuk petani dan nelayan dengan mencantumkan foto kopi, KTP, Suket dari desa dan SK kelompok tani.

– Jika perjanjian ini tidak disepakati oleh Pertamina pihak yang bertanda tangan mendukung penyegelan Pertamina oleh masyarakat. (Risman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *