Sekda Provinsi Sulteng Meninjau Jembatan Tambu

Parigi Moutong. Karebasultengnews.co.id. Sekda Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Mohamad Hidayat Lamakarate M.Si meninjau dan memeriksa jembatan Tambu – Kasimbar. Disela-sela kegiatan rutinnya hari Senin 13/10/2019 Setda Provinsi Sulawesi Tengah memeriksa kondisi jembatan penghubung antara Kabupaten Parigi Moutong dengan Kabupaten Donggala, jalan ini merupakan jalan raya dan merupakan jalan alternatif para pengguna jalan yang akan menuju Pantai Barat ke Pantai Timur Sulawesi Tengah atau sebaliknya apabila jalur Kebon Kopi jalan Trans Sulawesi Parigi – Palu mengalami hambatan dikarenakan seringnya terjadi longsor.

Kegiatan Setda Drs. Moh. Hidayat Lamakarate M.Si mengacu dari surat yang ditandatangani oleh Gubernur Sulawesi Tengah Longki Djanggola tanggal 3 September 2019 yang ditujukan ke Presiden RI, Joko Widodo terkait usul enam agenda pembangunan di Sulawesi Tengah dalam rangka menunjang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024. Dan menindaklanjuti hasil rapat Gubernur se-Sulawesi dengan Bappenas RI di Manado tanggal 6 Agustus 2019 terkait rancangan teknokratik RPJMN 2020-204. Diantaranya dalam bahasan tersebut yaitu peningkatan status jalan Tambu-Kasimbar dari Provinsi menjadi status Jalan Strategis Nasional, pembangunan Tol Tambu-Kasimbar, pembangunan pelabuhan ferry di Tambu dan Kasimbar; revitalisasi pendidikan vokasi, pemulihan Daerah Aliran Sungai (DAS) kritis Palu dan Poso serta usul Universitas Tadulako menjadi pusat kajian kegempaan Indonesia.

Lebih jauh lagi peninjauan Setda Provinsi Sulawesi Tengah Drs. Mohamad Hidayat Lamakarate M.Si terkait dengan pemindahan Ibu Kota Negara ke Kalimantan Timur.

Mengutip dari media elektronik Kumparan. “Presiden RI Joko Widodo, 26 Agustus 2019 telah memutuskan pemindahan Ibu Kota Negara dari Jakarta ke Kalimantan Timur. Target pemindahan Ibukota antara lain, pertama menekan disparitas dan membangun kualitas pertumbuhan ekonomi antar kawasan barat dan timur yang dinilai masih jomplang. Kedua, membangun semangat Indonesia sentris, untuk menghilangkan kesan Jawa sentris dalam rangka membangun “satu rasa, rasa Indonesia” dengan harapan terbangun rasa memiliki terhadap negeri ini.

Provinsi Sulawesi Tengah dalam konteks Ibu Kota Baru di Kalimatan Timur dinilai memiliki posisi yang sangat strategis. Daerah ini menjadi border dan berhadapan langsung dengan Ibu Kota Baru dan hanya dipisah oleh Selat Makassar.

Karenanya, dapat memposisikan sebagai jembatan penghubung antara Ibu Kota Negara Baru dengan Kawasan Timur Indonesia seperti Papua, Maluku dan Maluku Utara dengan mengintegrasikan tol laut dan tol darat. Dari Ibukota Negara, kendaraan diangkut menggunakan feri menuju ke pelabuhan Tambu, Selat Makassar selanjutnya melintas di Tol darat Tambu-Kasimbar dan sekitar 20 menit kemudian tiba di pelabuhan feri Kasimbar dan meneruskan perjalanan ke wilayah timur dan sebaliknya.

Berdasarkan analisis ekonomi, integrasi tol laut dan tol darat tersebut dapat meningkatkan efisiensi sampai 40 – 50 persen dibandingkan menggunakan tol laut reguler yaitu harus berputar ke arah utara melewati Manado atau ke arah selatan melewati Makassar. Selain kepentingan ekonomi, integrasi ini juga dinilai akan bermanfaat bagi kepentingan pertahanan keamanan.

Tahun 2008 yang lalu, di era Gubernur HB. Paliudju juga pernah di gagas terusan “Khatulistiwa” yang menghubungkan selat Makkasar (ALKI II) dengan Kawasan Timur Indonesia (ALKI III) melalui Teluk Tomini. Terusan ini juga telah memiliki dokumen Renstra, namun saat itu dinilai belum terlalu urgent.” (Risman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *