DPC PWRI Parigi Moutong Gelar Muscab III PWRI Periode 2019-2024

Parigi Moutong. Karebasultengnews.co.id. Dewan Pengurus Cabang (DPC) Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Parigi Moutong menggelar musyawarah Cabang III PWRI dihadiri oleh Setda Kabupaten Parigi Moutong H. Ardi Kadir S.Pd, MM. dan Ketua pengurus PWRI Sulawesi Tengah Drs H Bahrudin Tandrewali MSi serta  diikuti oleh para Pensiunan  mantan pejabat, guru dan TNI/Polri yang tergabung dalam wadah  Persatuan Wredatama Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Parigi Moutong, bertempat di Aula SMP 2 Parigi, Rabu. 9/10/19

Kegiatan Muscab III PWRI adalah inisiatif dari pengurus DPC PWRI dan sebagai wujud rasa cinta, setia kepada organisasi PWRI dan sebagai ajang silaturrahim serta untuk memilih pengurus PWRI yang baru menurut Ketua panitia pelaksana H Djamaludin I Zain S.Sos  dalam laporannya.

Ketua panitia pelaksana juga mengatakan apabila organisasi PWRI jika dikelola dengan baik akan membawa kesejahteraan bagi pengurus Organisasi itu sendiri. Kepakuman organisasi dapat merugikan organisasi dan diri sendiri. Oleh sebab itu melalui Muscab III  PWRI ini dapat melahirkan figur kepengurusan yang handal yang mempunyai gagasan dan ide berlian untuk mengantarkan PWRI lebih baik lagi.

“Melalui Muscab ini yang diikuti 36 orang Pengurus PWRI ini,  saya mengajak mari kita memilih pengurus yang baru dengan melihat dedikasinya, Moralitas dan Profesionalitas dalam membangun Organisasi PWRI lebih maju dan mandiri,” imbuhnya.

Dalam sambutan Ketua pengurus PWRI Sulawesi Tengah Drs. H. Bahrudin Tandrewali M.Si mengatakan PWRI mempunyai makna mendalam “Orang Tua Yang Utama”. banyak orang tua tetapi tidak ada kata “UTAMA”. Menurutnya orang tua adalah utama pertama karena mereka selama PNS sampai pensiun telah mengabdi pada bangsa dan negara di atas usia 30 tahun, mereka mampu menyelesaikan tugas pengabdiannya. Kemudian “UTAMA” tdk menyandang masalah sampai selesai masa tugas dan patut menjadi teladan di tengah-tengah masyarakat.

Menurut Drs. H. Bahrudin Tandrewali M.Si, Sekitar empat jutaan pensiunan di Indonesia hanya 67 persen masih produktif ada yang menjadi ketua DPR, ada yang menjadi Menteri dan lain-lain. Mereka ini adalah pensiunan dipakai Negara mungkin bisa sampai tutup usia dan itu negara bayar. PWRI harus mampu memperjuangkan anggota PWRI untuk kontrak pada negara agar pengabdian tidak terputus dan itu harus di kembangkan.

“Anggota PWRI harus mampu memberdayakan anggota lainnya, agar pengabdian tidak terputus. Sebuah penelitian membenarkan bahwa semakin banyak aktivitas seseorang maka semakin panjang umurnya. Rata rata yang aktif beraktivitas meninggal diatas 70 tahun. PWRI harus mandiri, mampu mengurus diri sendiri dan tidak bergantung kepada orang lain”.

Drs. H. Bahrudin Tandrewali M.Si mengatakan, PWRI sejak tahun 70 ketika Musyawarah Nasional (Munas) di Jakarta mengintegrasikan diri berubah nama menjadi  PWRI dan didalamnya mencakup seluruh Pensiunan disemua kalangan lembaga atau organisasi.

Menurutnya, “Kita harus berpikir sekarang, bagaimana para calon pensiunan itu kita data sebelum mereka masuk di PWRI. Ini yang kita coba design”.

Ia menambahkan, bahwa PWRI kedepan semakin jaya dan bermutu, karena banyak program PWRI yang ditawarkan seperti program Umroh yaitu Umroh dulu baru bayar dan lain lain.  Menurut Ketua Pengurus PWRI Provinsi bahwa PWRI Parigi Moutong merupakan kiblatnya PWRI Sulawesi Tengah karena PWRI Parigi Moutong sangat aktif diberbagai bidang.

Sekretaris Daerah Kabupaten Parigi Moutong H Ardi Kadir SPd MM yang mewakili Bupati Parigi Moutong saat membuka Muscab III PWRI mengatakan, bahwa dirinya kedepan akan bergabung juga bersama Organisasi PWRI Parigi Moutong.  “Insya Allah Januari 2021 saya mendaftar di PWRI karena saya pensiun terhitung Desember 2020,” Setda Kabupaten Parigi Moutong menyampaikan ucapan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh anggota PWRI.

Bahwa PWRI adalah organisasi Nasional yang kuat, mandiri, mempunyai ilmu pengetahuan,  mempunyai kemampuan dan pengalaman kerja serta mempunyai kapabilitas yang mampu bersaing dalam membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Dengan selesainya kegiatan Muscab III nanti dapat berkontribusi bagi organisasi pada umumnya dan masyarakat pada khususnya sesuai Motto Kabupaten Parigi Moutong “Songu Lara Mombangu”. Setda Kabupaten Parigi Moutong H. Ardi Kadir S.Pd, MM menghimbau kepada pengurus para peserta agar berkompetisi secara sehat dengan asas kekeluargaan. Sebagai keluarga besar Organisasi PWRI harus bersifat Nasional, mandiri dan menjunjung tinggi harkat dan martabat Organisasi. Wredatama Parigi Moutong harus kuat dan mampu bersaing. Saya ucapkan selamat bermusyawarah,”  Dan Musyawarah Daerah (Musda) Provinsi Sulawesi Tengah akan dilansungkan tanggal 25-26 Oktober 2019.(Risman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *