Limba Beracun Dari RS Anuntaloko Parigi Hanya Dibuang Dijalur II Kelurahan Masigi

PARIGI, karebasultengnews.co.id – Sampah berserakan di Jalur 2 Kelurahan Masigi semalam ternyata limbah jenis gibsun ‘beracun’ dari RS Anuntaloko Parigi benar-benar membuat warga sekitar ‘marah’. Padahal Pemerintah Kabupaten Parimo saat ini dengan gencar melakukan pembersihan sampah diwilayah Kota Parigi untuk mengejar piala Adipura. Tapi kenyataannya pada Rabu pagi (4/9/2019) terlihat adanya sampah yang diduga adalah limbah ‘beracun’ yang dibuang oleh oknum tidak bertanggung jawab.
Konon kabarnya bahwa limbah ‘beracun’ tersebut adalah jenis Gibsun yang diduga telah dibuang oleh seseorang yang menggunakan mobil truk malam hari dan langsung membuang sampah ditepi jalan di jalur II Kelurahan Masigi Kecamatan Parigi.
Saksi mata di TKP yang tidak ingin disebut namanya saat dikonfirmasi media ini mengatakan, sampah jenis gibsun yang berserakan ditepi jalan jalur II Kelurahan Masigi diduga adalah limbah ‘beracun’ berasal dari RS Anuntaloko Parigi.
Menurut saksi bahwa buangan sampah dimaksud adalah limbah yang berasal dari bongkaran dari ruangan bedah dan ruangan anak di lantai (2) RS Anuntaloko Parigi yang diduga sangat berbahaya apabila bersentuhan dengan manusia secara langsung.
Direktur RS Anuntaloko dr Sudarmi saat dihubungi media ini, awalnya tidak mengetahui jika hamparan sampah hasil bongkaran salah satu ruangan yang dibuang oleh pekerja salah satu kontraktor itu adalah sampah dari Rumah Sakit.
“Maaf pak!!! Saya tidak tau jika sampah yang dibuang ditepi jalan jalur II Kelurahan Masigi oleh pekerja salah satu kontraktor CV. CC adalah sampah yang berasal dari RS Anuntaloko. Namun setelah saya menghubungi salah satu honorer RS, ternyata benar jika sampah itu adalah limbah jenis gibsun” ujarnya.
dr Sudarmi menambahkan, setelah mengetahui bahwa limbah tersebut dibuang sembarangan, dan malam itu sekiranpukul 22.30 wita juga kami perintahkan kepihak kontraktor untuk mengambil kembali tumpukan limbah yang dibuang di jalur (2) Kelurahan Masigi, ujar mantan Kepala RS Raja Tombolotutu ini.
Hasranudin selaku warga Kelurahan Masigi benar-benar merasa kecewa atas dibuangnya sampah yang diduga limbah beracun diwilayah peekotaan. Dia mengingatkan kepada sang kontraktor untuk tidak membuang sampah sembarangan. Apa lagi saat ini program Adipura 2020 terus digalakkan oleh pemerintah daerah Parimo. Artinya agar semua sampah harus dibuang pada tempatnya, harapnya. (Risman)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *