Korupsi DD, Kejari Parimo Akan Panggil Dua Oknum Kades Di Parim

KarebaSulteng news.co.id,  Parimo~ Setelah satu oknum Kades Ambesia Selatan di jebloskan ke Rutan Olaya, kini Dua oknum Kepala Desa di Kabupaten Parigi Moutong akan jalani pemeriksaan lanjutan tahap dua di Kantor Kejaksaan Negeri Parigi Moutong.

Kedua Kades yang mangkir akan memenuhi panggilan penyidik Kejaksaan Negeri Parimo. Kedua kades yang sudah ditetapkan tersangka dalam kasus penyalahgunaan Dana Desa, yakni Saharudin Lawasa, Kades Jononunu, Kecamatan Parigi Tengah, dan Samsudin, Kades Kasimbar, Kecamatan Kasimbar.

Kedua Kades mangkir tersebut diungkapkan Kepala Seksi (Kasi) Intelijen Kejari Parimo, Rifaizal SH, kepada sejumlah awak media di ruang kerjanya, Kamis (1/8/2019),

” Yang bersangkutan tidak dapat hadir memenuhi panggilan  penyidik tanpa alasan” Ungkapnya. “Kedua Oknum Kades tidak memberikan etikad koperatif, pihaknya akan memberikan warning kepada kedua kades tersebut. Sebab pemanggilan selanjutnya, di agendakan pada hari Senin 5/8/2019 mendatang, jika bersangkutan mangkir dari panggilan maka kami akan dijemput paksa oleh penyidik” Jelasnya.

Rifaizal, mengatakan yang jelas pemanggilan sudah di lakukan pihak penyidik  jika masih mangkir, penyidik akan melakukan jemput paksa jika keduanya masih mangkir

Rifaizal, menambahkan, pihak Kejari Parimo jarang melakukan penahanan pada tahap penyelidikan. “Tapi kami akan lakukan penahanan pada tahap dua” Ujarnya

“Jika tidak adanya etikad baik dan terkesan menghambat proses penyidikan dan tidak koperatif. Makanya penyidik akan melakukan penahanan terhadap tersangka di tahap dua” Pungkasnya. RS

Penulis :Rn

8 thoughts on “Korupsi DD, Kejari Parimo Akan Panggil Dua Oknum Kades Di Parim

  • 11 September 2019 pada 17:52
    Permalink

    Kalau bisa yang korupsi DD itu harus diberi pelajaran, semakin banyak korupsi didunia semakin banyak yang kaya tapi bukan dengan uang halal !

    Balas
  • 12 September 2019 pada 09:12
    Permalink

    Sebaiknya pihak terkait untuk mengawasi dana desa lebih ketat lagi

    Balas
  • 12 September 2019 pada 11:30
    Permalink

    Berikan hukuman yang setimpal untk para koruptor karna sudah makan uang masyarakat.
    Seharusnya dia itu sebagai contoh tapi malah melalukan pelanggaran dan tidak menjalankan tugas dengan baik

    Balas
  • 12 September 2019 pada 17:25
    Permalink

    Saya setuju dengan ada hukuman yang berat terhadap koruptor apalagi oknum kepala desa supaya ada efek jerah terhadap kepala desa lainnya

    Balas
  • 12 September 2019 pada 19:35
    Permalink

    Menurut saya, pelaku korupsi harus ditindak setegas-tegasnya, seperti hukuman mati, karna perilaku seperti ini sangat merugikan rakyat kecil

    Balas
  • 12 September 2019 pada 23:02
    Permalink

    Saya rasa hukuman mati sangatlah pantas bagi mereka. Karena ini akan memberi efek jera kepada mereka yang berniat melakukan korupsi.
    Dan seharusnya dia itu sebagai contoh tapi malah melakukan pelanggaran dan tidak menjalankan tugas dengan baik.

    Balas
  • 13 September 2019 pada 09:51
    Permalink

    Korupsi adalah hal yang tidak baik di lakukan, selain di larang pihak pemerintah di agama islam juga tidak menyukai orang orang yang korupsi, Jika anda tidak mampu menjaga amanah yang telah di berikan kepada anda, lebih baik anda memundurkan diri dari jabatan anda dan berkata jujur, dari pada banyak merugikan pihak lainnya, dan anda harus bertanggung jawab dengan kesalahan yang anda perbuat, dengan menerima hukuman yang sesuai dengan kesalahan anda, yang telah di tetapkan dan berlaku di negara indonesia.

    Balas
  • 15 September 2019 pada 12:33
    Permalink

    Miris sekali sikap dan tindakan yang dilakukan para pemimpin”ini semoga kasus ini cepat terselesaiakan dan para oknum”kades bisa diberi sanksi yg sangat tegas oleh pihak”yang berwenang
    Jangan jadi pemimpin pak jika tidak bisa memegang amanah rakyat,rakyat desa bahkan seluruh rakyat indonesia butuh pemimpin yang jujur berintegritas dan berkualitas bukan yang seperti ini,generasi muda butuh teladan yang baik agar bisa membangun indonesia menjadi lebih baik lagi ,kalo sudah seperti ini bisakah kalian menjadi teladan bagi generasi muda?jawabannya sudah pasti tidak! jika bahkan para pemimpin”kecil seperti kalian kepala desa sudah melakukan tindakan buruk seperti ini bagaimana indonesia bisa lebih maju?jika uang rakyat kecil saja kalian kuras dengan cara seperti ini?ayolah pak perbanyak mendekatkan diri kepada Tuhan agar kalian sadar betapa buruk dan tercelanya perbuatan kalian ini yang sangat merugikan rakyat bahkan bangsa dan negara sendiri.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Aditya dwipayana Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *