BUKA BERSAMA, MERAYAKAN KEBERSAMAAN DALAM RAMADHAN

KarebaSulteng News. co.id. ~Palu : Merayakan kebersamaan menjadi penanda memelihara persaudaraan dan menghormati perbedaan. Inilah yang melatarbelakangi sebuah kegiatan buka puasa bersama, acara Bukber ( Buka Bersama ) tersebut berlangsung di Bro Coffee jln juanda no.64  palu pada Jumat, 24 Mei 2019.yang di hadiri oleh beberapa pengajar ( dosen ) yang berasal dari perguruan tinggi berbeda di kota palu. Walaupun tempat pengabdian mereka berbeda-beda , tidak memjadikan halangan untuk tetap membina persahabatan serta menjaga tali silaturrahim.

 Tradisi yang belakangan ini semakin marak selama Ramadhan adalah buka puasa bersama. Berbagai kalangan, dari seluruh lapisan masyarakat menggelar buka puasa dengan ragamnya masing-masing. Ini bukan sekedar soal makan bersama, tetapi di situ, terdapat nilai yang lebih luhur, seperti terjalinnya silaturrahmi yang sebelumnya kurang mendapat perhatian mengingat berbagai kesibukan yang seolah-olah tiada habisnya. Ramadhan, mengingatkan kembali akan kodrat manusia sebagai makhluk sosial untuk bersosialisasi dengan yang lain.

Silaturrahim begitu indah dan menjanjikan peluang besar, bila dilaksanakan sebagaimana mestinya. Silaturrahmi adalah metode untuk membina ukhuwah dengan sesama tanpa batas-batas waktu, kekayaan, ilmu, dan kedudukan. Baik di waktu sempit maupun di waktu lapang, silaturrahim harus tetap dilakukan dan dijaga. Bila selama ini sudah terputus, maka wajib disambung kembali. Silaturrahim bersifat menyatukan, baik dengan orang berkedudukan tinggi maupun dengan rakyat biasa.

Sementara itu, salah satu anggota yang hadir di acara buka puasa bersama, Randi  Atma R. Massi,  S.H., M.H. ( salah satu Dosen IAIN Datokarama Palu ), mengapresiasi kegiatan bukber dan berharap kegiatan ini dapat mempersatukan profesi ( dosen) sekaligus dapat di lakukan terus menerus sesudah bulan suci ramadhan,  menjadi wadah untuk tempat diskusi ataupun sharing berbagai persoalan bangsa serta kehidupan dunia kampus.

Di sela Perbicangan, Uztad Randi ( sapaan akrab beliau ), memberikan beberapa petuah: bahwa “ Teman yang paling baik adalah apabila kamu melihat wajahnya, kamu teringat akan Allah, mendengar kata-katanya menambahkan ilmu agama, melihat gerak-gerinya teringat mati. Sebaik-baik sahabat di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap temannya dan sebaik-baik tetangga di sisi Allah ialah orang yang terbaik terhadap tetangganya.” (HR. Hakim)

Serta Hadits Tentang Silaturahm ” مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ, وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلآخِرِ فَلْيَصِلْ رَحِمَهُ “ Artinya: “Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia memuliakan tamunya, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maha hendaklah ia menyambung hubungan silaturahmi”  : Urai Beliau.

 

 Penulis : AN

Editor : DW

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *