Rawat Persatuan Dan Kesatuan, Ndb Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan

KS.News.co.id
Meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR guna.  Menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelanggara pemerintah dan agar  masyarakat dapat memahami serta menerapkan nilai-nilai luhur bangsa dalam kehidupan sehari-hari. terus  di gelar pelaksanaan sosialisasi 4 pilar wawasan kebangsaan sebagaimana yang di laksanakan di Kabupaten Sigi, Desa Kapiroe Kecamatan Palolo pada tanggal 29 Maret 2019 oleh Hj. Nurmawati Dewi Bantilan, SE, M.H dan diikuti oleh 150 (seratus Lima puluh) orang peserta.

Anggota DPD MPR RI perwakilan Sulteng itu peserta sosialisasi menyampaikan apabila pelaksanaan sosialisasi seperti demikian sangat penting untuk dilakukan demi menjaga persatuan dan kesatuan seluruh pihak. Apalagi saat ini suasana lagi sensitif karena pemilu presiden. Berbagai masalah dibangsa ini, termasuk caci maki antara pendukung calon presiden menjadi bukti bahwa pemahaman berbangsa kita belum kuat. sehingga menurut peserta
Untuk menciptakan semangat berbangsa dan bernegara, masih sangat perlu untuk ditanamkan sejak awal di bangku sekolah tentang kisah pahlawan agar anak-anak tidak hanya mengenal pahlawan dari luar yang dilihat di film-film.
Toleransi beragama juga  menjadi hal yang perlu untuk diperkuat, karena belakangan ini kita dapat melihat isu perbedaan agama sangat mudah dijadikan sebagai alasan pemecah, sehingga untuk menjaga persatuan nasional, maka pemerintah harus terus dapat mengikis masalah ketimpangan.

Dalam harapanya peserta juga berharap agar Sosialisasi 4 pilar kebangsaan Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI ini  dapat meneguhkan lagi semangat pendiri bangsa kita atas banyak persoalan seperti yang telah di uraikan sementara itu Ndb, dalam kesempatan itu menyampaikan. Sosialisasi nilai 4 pilar akan terus dilakukan, baik melalui media cetak, elektronik, media sosial, maupun sosisialisasi langsung ke masyarakat, seperti yang kita lakukan saat ini dengan harapan agar pencegahan dini atas berbagai persoalan bangsa sebagaimana yang di uraikan peserta bisa dilakukan oleh aparat keamanan agar stabilitas bisa tercipta, sehingga aktivitas masyarakat di berbagai bidang dapat berjalan dengan baik.

Caleg DPR Ri dapil sulteng dari partai beringin ber nomor urut dua itu juga bersepakat  bahwa dalam rangka merawat persatuan dan kebinekaan, maka sosialisasi semangat perjuangan kepada masyarakat luas, termasuk para pelajar perlu dilakukan. Kita berharap agar semua pihak dapat mengenang jasa pahlawan yang telah memperjuangkan kemerdekaan. Untuk konteks pemuda, kita melihat bahwa generasi muda saat ini mengalami proses degradasi nilai-nilai kepahlawanan. Mereka lebih mengidolakan tokoh-tokoh dari luar atau tokoh imajiner yang biasanya muncul di film-film. Inilah tanggung jawab kita semua untuk memperkenalkan pahlawan-pahlawan kita kepada anak.

Saya setuju bahwa penanaman nilai-nilai toleransi beragama perlu untuk terus digalakkan. Kita perlu belajar terus kepada pendiri negeri ini yang walaupun berbeda agama dan ideologi mereka tetap bisa bersatu untuk melawan penjajah dan mendirikan negara merdeka. Perlu juga untuk selalu dipahami bahwa yang memerdekakan bangsa ini, ada banyak orang dengan berbagai latar agama.

Kita bisa belajar dari banyak negara yang bubar karena kekecewaan atas ketimpangan. Untuk konteks Indonesia, kita masih melihat adanya ketimpangan ekonomi antara masyarakat yang tinggal di kawasan  HYPERLINK “http://batam.tribunnews.com/tag/indonesia” Indonesia bagian barat dan kawasan timur. Kami di parlemen akan terus mengawal agar pemerintah terus memaksimalkan pembangunan di seluruh pelosok negeri secara merata.

penulis : Dw
editor    Ai

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *