NDB, Sosialisasi 4 Pilar Kebangsaan Di Wani Dua Tanantovea.

Donggala-Sabtu 19 januari 2019,  bertempat di desa Wani Dua, kecamatan Tanantovea, Kabupaten Donggala digelar pelaksanaan kegiatan Sosialisasi 4 PILAR  Kebangsaan oleh Anggota MPR- DPD RI Hj.Nurmawati Dewi Bantilan S.E, M.H., yang sebagaimana tujuan rutin dilakukan guna eningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat terhadap Pancasila, Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945, Negara Kesatuan Republik Indonesia, Bhinneka Tunggal Ika dan Ketetapan MPR, guna menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya seluruh penyelenggara pemerintah dan menumbuhkan  pemahaman  masyarakat

atas pentingnya penerapan nilai-nilai luhur bangsa.

Kegiatan yang terlaksana dalam rangkain sejumlah sesi Agenda sosialisasi tampak dihadiri oleh peserta yang datang dari berbagai elemen kepentingan sebagaimana aparatur desa,tokoh agama,tokoh perempuan,tokoh pemuda, dengan jumlah peseta sebanyak,150 orang.

Dalam rangkaian sesi tanya jawab,saran dan masukan yang berlangsung terhadap perempuan kelahiran yogjakarta 16 September 1971 itu,antara lain terutarakan pernyataan peserta yang menyoroti waktu pelaksanaan. Pemilihan Presiden yang akan dilaksanakan dimana terlihat Suasana kampanye antar tim pendukung semakin riuh dengan maraknya pemberitaan Hoax. Rencana pembebasan Abu Bakar Ba’asyir dengan alasan kemanusiaan yang  menjadi kontroversi di tengah masyarakat terkait  Ada yang setuju dan ada yang menolak,hingga sorotan dan harapan peserta sosialisasi Tentang nilai-nilai empat pilar ini, yang menurut mereka akan lebih baik jika elit politik di tahun politik sekarang dapat mempraktekkan cerminan pembelajaranya  di depan masyarakat,Misalnya, dengan berbicara, berdebat dengan secara santun, untuk kemudian dapat tetap saling menghargai dalam perbedaan pandangan.

Mencermati semua masukan peserta dalam pelaksanaan sosialisasi yang terlaksana  anggota DPD RI daerah pemilihan Sulteng yang di pilcaleg 17 April mendatang tidak lagi akan melengang ke Senayan melalui jalur perseorangan dan memilih menjadi caleg Dpr RI itu, antara lain mengatakan apabila memang sudah sangat wajar, kita patut menyesalkan orang yang suka menyebar berita bohong karena dalam agama sudah jelas itu adalah dosa.

dimana  Pelaku penyebar berita bohong juga secara hukum dunia dapat diancam dengan denda Rp 1 milliar atau kurungan penjara enam tahun sesuai Pasal 28 Ayat 1 dalam Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). mengingat sangat  jelas Pada pasal tersebut diuraikan, setiap orang sengaja dan atau tanpa hak menyebarkan berita bohong dan menyesatkan, ancamannya pidana maksimal enam tahun dan denda maksimal Rp 1 miliar

Sementara itu untuk hal pembebasan Abu Bakar Ba,Asyir dengan pertimbangan kemanusiaan menurutnya, tentu hal yang penting dalam pengambilan suatu keputusan, haruslah memenuhi syarat formil sebagaimana yang telah diatur dalam Undang-Undang Nomor 12 Tahun 1995 tentang Pemasyarakatan dan lebih lanjut didetailkan dalam Peraturan Menteri Hukum dan HAM Nomor 3 Tahun 2018 tentang Syarat dan Tata Cara Pemberian Remisi, Asimilasi, Cuti Mengunjungi Keluarga, Pembebasan Bersyarat, Cuti Menjelang Bebas dan Cuti Bersyarat.

Sementara dalam hal ketauladanan kepemimpinan,wanita yang karib disapa NDB,itu bersepakat jika pemimpin memang  perlu untuk menjadi contoh atas berbagai nilai-nilai mulia yang ada dalam Empat Pilar tersebut dimana seharusnya memang Momentum tahun politik ini dapat menjadi  kesempatan bagi semua elit untuk mencontohkan kedewasaan dalam berdemokrasi dengan nilai-nilai tinggi yang ada dalam Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika dan NKRI.

penulis : Dw
editor   : An

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *