PESONA PALU NOMONI DISAMBUT BENCANA

Kareba Sulteng News.co.id –  Kota Palu baru saja merayakan hari jadi yang ke -40, Peringatan hari jadi Kota Palu yang ke-40 dilaksanakan di Halaman Kantor Walikota setempat (27/09/2018).

Dengan merayakan hari jadi Kota Palu tersebut, Pemerintah setempat akan mengadakan kegiatan FESTIVAL PESONA PALU NOMONI yang akan menampilkan Adat BALIA  masyarakat KAILI yang mendiami Lembah Palu.

Festival Pesona Palu Nomoni rencananya akan di buka pada Jum’at malam (28/09/2018) Pukul 20:00 Wita. Sambil menunggu pembukaan Festival Pesona Palu Nomoni, para tokoh adat melakukan persiapan dan latihan melakukan Ritual Balia.

Detik-detik Ritual dan sudah memasuki waktu magrib, tiba-tiba Kota Palu diguncang Gempa berkekuatan 7,7 SR dan disusul dengan Tsunami setinggi 3 meter yang mengakibatkan banyaknya jatuh korban jiwa.

Menurut Tata Ali (83) warga suku Kaili yang berada di kelurahan Donggala Kodi, Balia adalah adat suku kaili yang biasa dilakukan untuk menyembuhkan orang yang sakit menggunakan kekuatan JIN. “ane naria tona no balia, lenamala ra tegoro. Lemajadi doana hai ato maria bala mambela kita ngena. vesitu panguli totua ngaulu”

“kalau ada orang melakukan ritual Balia, tidak boleh ditegur atau di komentari. Tidak akan jadi do’anya atau akan ada musibah menimpa kita yang menegur. Begitu kata orang tua kita dulu (Nenek Moyang Suku Kaili)”.

Lanjut Tata Ali “totua nggaulu ane no Balia, aga ri bulu. Apa Balia hai lenamala ra pepeintaka tona dea, lematoro ngena tona na dua”

“Orang tua dulu (Nenek moyang suku kaili) kalau melakukan ritual Balia, hanya dilakukan di Gunung atau Hutan. Karena Ritual Balia tidak boleh terlalu banyak orang yang melihatnya, tidak akan sembuh orang yang akan di obati”

‘komiu mboto nepokio seta, jadi narau Tupu. Talungani Palu Nomoni nikavia, talunggani muni musiba nakava. Hi pade nadea tona namate” lanjut Tata Ali.

“Kalian sendiri yang memanggil setan, membuat Tuhan marah dan Murka. Tiga kali Palu Nomoni dilakukan, tiga kali juga musibah datang. Nanti ini baru banyak korban jiwa”

Menurut masyarakat Kota Palu yang dijumpai Tim Kareba Sulteng di Pengungsian Padanjese, FESTIVAL PESONA PALU NOMONI mulai tren setelah Drs. Hidayat, M.Si menjadi Walikota Palu.

FESTIVAL PESONA PALU NOMONI bukan pertama kalinya diselenggarakan, tetapi suda kali ke tiga dan menimbulkan banyak Korban. Palu Nomoni perdana disambut dengan Petir, Guntur, dan Hujan lebat yang mengakibatkan Banjir, Palu Nomoni yang ke dua disambut dengan Angin Kencang yang membuat banyak atap rumah terbongkar, dan kali ini Palu Nomoni yang ke tiga kalinya yang disambut dengan Gempa Bumi dan Tsunami menelan banyak korban jiwa.

Penulis : Admin

Editor : DW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *