MELAHIRKAN DI RUMAH KENA DENDA ?

Kareba Sulteng NEWS.co.idDonggala, dengan beredarnya Isu mengenai DENDA bagi masyarakat yang melahirkan di Rumah, menjadi Polemik dikalangan masyarakat khususnya masyarakat Kabupaten Donggala. Apalagi dizaman Teknologi seperti sekarang ini, isu tersebut cepat sekali beredar di Sosial Media (SOSMED), sehingga menimbulkan komentar-komentar negatif dari netizan terhadap pemerintah.

Dalam Permenkes No. 97 Tahun 2014 Pasal 14 ayat (1) yang berbunyi “persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan (Fasyankes)”. Tidak berarti adanya larangan bidan untuk melakukan persalinan di luar Fasyankes. Ketentuan persalinan harus dilakukan di fasilitas pelayanan kesehatan merupakan kebijakan Pemerintah dalam menjaga kesehatan ibu dan anak dan mengurangi angka kematian ibu dan anak. Di samping adanya pengecualian pada kondisi tertentu dapat dilakukan di luar Fasyankes atau Puskesmas Pembantu.

Masni selaku Bidan Desa yang dijumpai tim wartawan (6/5/2018) di Desa Towale, Kecamatan Banawa Tengah, Kabupaten Donggala, menuturkan “Dalam menjaga kesehatan Ibu dan anak dan mengurangi angka kematian Ibu dan anak, Pemerintah mengeluarkan kebijakan yang tertuang dalam Permenkes No.97 Tahun 2014. Dan kami sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar selalu melakukan pemeriksaan kehamilan secara rutin, agar bisa kami kontrol dan memberikan pelayanan yang tepat”.

Lanjut Masni, “Dalam Permenkes No. 97 Tahun 2014 Pasal 14 ayat (1), mewajibkan Ibu Hamil untuk melakukan Persalinan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan atau Puskesmas Pembantu agar dapat dengan tepat ditangani dan diberikan pertolongan. tidak berarti di Pasal 14 ayat (1) itu melarang melahirkan di rumah. Jika memang kondisi Ibu Hamil tersebut tidak memungkinkan untuk dibawah ke Fasyankes atau Puskesmas, maka kami siap datang untuk membantu proses persalinan”.

Seorang Bidan Desa (Rida) yang juga ada pada saat wawancara mengatakan “bahkan di Desa kami, menyediakan satu tempat yang diberi nama RUMAH TUNGGU. Yaitu Rumah yang Pemerintah sewa demi keperluan persalinan. Setiap ibu Hamil yang diperkirakan tinggal menunggu waktu persalinan, kami jemput dari rumahnya dan kami rawat di Rumah Tunggu tersebut hingga proses persalinan berjalan dengan lancar”.

Lanjut Rida “sehingga tidak ada alasan melakukan persalinan dirumah. Dan wajib melahirkan di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (fasyankes).

Penulis : AR

Editor : DW

2 thoughts on “MELAHIRKAN DI RUMAH KENA DENDA ?

  • 12 September 2019 pada 23:36
    Permalink

    Saya setuju. Dengan adanya denda untuk masyarakat yang melakukan praktik partus/persalinan dirumah tanpa ada dampingan dari pelayan kesehatan dan adanya fasilitas kesehatan. Karna jelas untuk menekan kematian ibu dan anak dalam persalinan

    Balas
  • 13 November 2020 pada 17:29
    Permalink

    Menurut saya walaupun dibuatkan rumah tunggu apalah itu pokoknya,gak semua fasilitas kesehatan dapat berjalan sesuai harapan kami. Seharusnya para pelayan kesehatan harus lebih bijak,dan jika bicara tentang untuk menekan angka kematian dari dulu ditangani oleh dukun bayi juga gak ada masalah. bahkan malah lebih parah sekarang karena dokter sering memutuskan untuk di sesar, banyak sahabat dari istriku sehabis sesar kurang lebih seminggu kemudian meninggal dunia,entah itu karena infeksi atau yang lainnya saya juga ngeri dengernya. harapan saya kepada pemerintah mohon lebih bijaklah dalam menentukan keputusan, sebab keputusan pemerintah dalam Permenkes no. 97 tahun 2014 ayat 1 saya rasa banyak dari pelayanan kesehatan yang memanfaatkannya. Semoga bisa lebih baik lagi.

    Balas

Tinggalkan Balasan ke Indah pratiwi abdullah Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *