WARGA KELURAHAN SIRANINDI KECEWA DENGAN KEBIJAKAN PEMERINTAH

Kareba Sulteng News – Palu, Ratusan Masyarakat Kelurahan Siranindi merasa kecewa dengan pembagian tabung Gas LPG 3kg yang dilakukan oleh pihak Pemerintah Kelurahan, pasalnya kelurahan Siranindi hanya mendapatkan jatah 60 tabung per harinya. Sedangkan menurut Pemerintah Kelurahan jumlah masyarakat yang terdata di Kelurahan Siranindi mencapai 16.000 jiwa atau 8.000 Kepala Keluarga (KK).

Salah seorang warga (Supardi 55) yang kerap disapa “Padi” ini mengatakan Pemerintah sama saja tidak memberikan solusi mengenai kelangkahan gas, hampir seluruh Pangkalan tidak memiliki stok Gas LPG 3kg, semua Gas LPG 3kg yang didistribusi ke Pangkalan dihentikan sementara dan dialihkan ke Kelurahan.

“Pemerintah ini bukan menyelesaikan masalah, tetapi malah menambah masalah kepada Rakyat, yang di Pangkalan dihentikan dan di alihkan ke Kelurahan tetapi dibatas-batasi. Memangnya warga Siranindi cuman 60 orang” tutur Padi dengan raut yang kesal.

Tak jauh berbeda dengan Padi, salah satu warga siranindi juga (Yuli 54) meluapkan kekesalahannya di hadapan Media “kalau seperti ini caranya Pemerintah, tidak perlu dialihkan ke Kelurahan penjualan Gas LPG 3kg ini. Berantas saja Pangkalan-pangkalan yang nakal dan para pengecer yang menyebabkan Gas jadi langka dan mahal. Apa tugasnya pemerintah ??? cuman duduk-duduk saja di Kantor, kenapa tidak di fungsikan itu yang Honor-honor untuk mengontrol Pangkalan-pangkalan biar dorang tahu juga kalau pangkalan suda tidak melayani warga, yang dorang layani cuman para pengecer-pengecer itu. Setiap kita datang beli Gas, selalu bilang Habis, padahal barusan kita lihat ada mobil Gas ba kasi turun Gas disitu. Cek percek ternyata dorang jual ke pengecer pale, pas ditanya, bilangnya pesanan orang. Yang begitu itu harus dibasmi dan cabut izinnya” tutur Yuli dengan kemarahannya.

Minimnya alat elektronik yang canggih pada masyarakat, sehingga tidak dapat mengabadikan kecurangan-kecurangan yang diperbuat oleh pangkalan. Masyarakat takut melaporkan karena tidak memiliki bukti dan lebih parah lagi jika dituntut balik pencemaran nama baik.

Kurangnya kontrol dari Pemerintah yang membuat Pangkalan dan Agen selalu bermain curang, pasalnya keuntungan yang diperoleh sangat menggiurkan jika dijual kepada para pengecer dibandingkan kepada warga. Para pengecer berani membeli hingga Rp.25.000 per tabung LPG 3kg dan akan dijual kembali mencapai harga yang tak wajar Rp.35.000 sampai Rp.45.000 per tabung LPG 3kg. Hal ini membuat semakin banyaknya Pangkalan-pangkalan ilegal yang tidak terdata dan tidak memiliki izin mencoba usaha ini.

Penulis : AR

Editor : DW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *