Lurah Kelurahan Lere Pimpin Langsung Pembagian Tabung Gas LPG 3kg Kepada Masyarakat

Kareba Sulteng News – Palu, Sesuai surat edaran Walikota Palu Nomor :542/2539/EKON/2017 Tentang Penjualan Gas LPG 3kg Bagi Masyarakat Kurang Mampu, maka tadi (07/09/2017) seluruh Kelurahan yang berada di Kota Palu serentak mensosialisasikan kepada masyarakat.

Dari pantauan Kareba Sulteng.com, Kepala Kelurahan Lere (Marsuki,SE) memimpin langsung pembagian Gas LPG 3kg kepada warganya. Sesuai data yang ada, hari ini (070/9/2017) kelurahan Lere mendapat jatah 263 tabung, tidak menunggu lama, tabung-tabung tersebut langsung habis diserbu warga.

Darisu (59), warga Kelurahan Lere, mengatakan sangat senang penjualan Gas LPG 3kg diambil alih oleh Kelurahan. “syukurlah penjualan Gas LPG 3kg diambil alih oleh Kelurahan, dan mudah-mudahan bukan cuman 7 hari saja sesuai surat edaran Walikota Palu, kalau perlu selamanya dan tidak usah ada pangkalan lagi” ujar Darisu dengan wajah yang riang.

Marsuki,SE selaku Lurah Kelurahan Lere menuturkan “di Kelurahan Lere ada namanya Tim SATGAS Kalima, dan tim ini yang akan memonitoring pangkalan-pangkalan yang ada di kelurahan Lere. Dan selama ini kami belum mengambil tindakan Tegas, tetapi masih memberikan Himbauan seperti Teguran kepada Pangkalan yang menjual diatas Rp.16.000,-. Jika masih melakukannya, maka kami harus mengambil tindakan Tegas dengan Mencabut Izin pangkalan tersebut”.

Kami selaku Pemerintah Kelurahan, meminta kepada pihak Pertamina agar tidak membatasi permintaan Pangkalan. Di Kelurahan Lere saja, jumlah penduduk yang terdata kurang lebih 13.000 jiwa dan 6.000 KK.  Jika Pihak Pertamina mendistribusikan ke pangkalan 20 Tabung saja perminggu, dikali dengan 4 Pangkalan yang terdata di Kelurahan Lere, maka kelurahan Lere masih kekurangan banyak Tabung. Dalam arti, masih banyak warga yang tidak mendapatkan Tabung Gas LPG 3kg. Tutur Marsuki Lurah Kelurahan Lere.

Lanjut Marsuki “Sebenarnya Gas LPG 3kg tidak langka, seperti saya baca di Koran, Pertamina mengklaim Stok Gas LPG tidak pernah kurang dan bahkan berlebih. Tetapi kenapa di lapangan, sangat berbeda dengan pernyataan dari Pihak Pertamina tersebut. Itu karena Pihak Agen atau Pertamina membatasi permintaan Pangkalan. Disamping itu ada pihak Pangkalan yang nakal, seperti menjual kepada Pengecer, karena pengecer berani membeli mahal. Pangkalan yang seperti ini akan kami tindak tegas seperti mencabut izinnya”.

Penulis : AR

Editor : DW

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *