LEMBAGA PEMBERANTASAN KORUPSI HADIR DI SULAWESI TENGAH

Kareba Sulteng News – Palu, Ketua Umum LEMBAGA PEMBERANTASAN KORUPSI (LPK) Octhavianus Sondakh, SH tiba di Kota Palu membawa mandat Surat Keputusan (SK) Kepengurusan Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah sekaligus silaturahim dengan para Pengurus LPK Wilayah Provinsi Sulawesi Tengah.

Dalam jumpa Pers, beliau didampingi oleh Tokoh yang tidak asing lagi (Drs. Hamzah Rudji, MM). Hamzah Rudji termaksud salah satu pendiri Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK) dalam akte notaris beliau menduduki jabatan Ketua Dewan Penasehat Nasional Lembaga Pemberantasan Korupsi (LPK).

Tahun lalu tepatnya bulan agustus 2016, Octhavianus Sondakh, SH juga datang membawa mandat dari Lembaga Investigasi Pemberantasan Korupsi atau disingkat LIP-Korupsi. Karena pergerakan LIP-Korupsi dinilai sangat terbatas, maka dibentuklah LPK yang wewenangnya bisa langsung menangkap tersangka jika sudah memiliki bukti atau yang biasa kita ketahui dengan sebutan OTT (operasi tangkap tangan) yang gencarnya dilakukan oleh KPK.

Dalam jumpa Pers, Octhavianus Sondakh menuturkan “LPK ini memiliki wewenang untuk menangkap dan di atur dalam Undang-Undang Nomor 8 tahun 1981 tentang Hukum Acara Pidana. Ada Hak ada Kewajiban, LPK punya Hak menangkap tapi tidak wajib. Kalau Kepolisian, KPK dan lain-lain itu Wajib menangkap. LPK ini mengawasi tindak pidana Korupsi dan dapat melakukan Tangkap Tangan artinya jika ada kasus dalam proses lama, tidak ditindak lanjuti, maka kami akan turun mencari data-data jika terbukti ada oknum-oknum kami tangkap”.

Dalam waktu dekat, LPK akan dibentuk dalam tingkat Kabupaten dan Kota, setelah mengukuhkan tingkat-tingkat wilayah Provinsi-Provinsi di seluruh Indonesia. LPK hadir untuk membantu Pemerintah memberantas Korupsi dari tingkat daerah-daerah hingga ketingkat Nasional.

 

Penulis : AR

Editor : Aifan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *